
Jenis Teknologi Chatbot
Saat ini alat pengembangan chatbot yang banyak digunakan adalah berdasarkan dua jenis utama chatbot, baik model linguistik atau pembelajaran mesin (Machine Learning)
Chatbot Berbasis Linguistik
Chatbot berbasis linguistik sering disebut juga sebagai chatbot berbasis aturan, yaitu chatbot yang memberikan kontrol yang dirancang dengan baik dan fleksibilitas yang tidak ada di chatbot pembelajaran mesin.
Hal itu memungkinkan bot untuk memikirkan dan mengolah apa jawaban yang benar untuk sebuah pertanyaan, dan merancang pengujian otomatis untuk kualitas dan konsistensi sistem.
Chatbot berbasis Linguistik menggunakan logika ‘jika` atau ‘kemudian` untuk membuat percakapan.
Penggunaan bahasa dapat dibuat dan diatur untuk menyesuaian kata-kata, urutan, sinonim, cara umum untuk membuat frase pertanyaan dan banyak lagi. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa pertanyaan dengan arti yang sama akan menerima jawaban yang sama. Jika ada pertanyaan yang tidak dapat ditangkap dan dijawab oleh bot, maka di situlah peran manusia untuk menyesuaikan kondisi dan menjawab pesan itu.
Chatbot yang didasarkan pada model linguistik ini cenderung kaku dan lambat perkembangannya
Pembelajaran mesin / Machine Learning (AI Chatbot)
Jenis chatbot ini menggunakan teknologi yang didukung oleh perangkat lunak Artificial Intelligence, jenis teknologi ini lebih kompleks daripada chatbot berdasarkan aturan dan cenderung lebih komunikatif, berdasarkan data dan prediktif.
Jenis teknologi yang digunakan pada chatbot ini umumnya lebih interaktif dan lebih mudah dipersonalisasi daripada chatbot berbasis linguistik.
Bot nya dirancang untuk bisa menangkap apa yang disampaikan oleh manusia dengan teknologi Natural Language Understanding (NLU) agar dapat disesuaikan dengan penggunanya.
Sistem percakapan berdasarkan Machine Learning bisa menjadi mengesankan jika masalah yang dihadapi (pertanyaan atau permintaan pelanggan) sudah dapat teratasi. Berdasarkan sifatnya, ia belajar dari pola dan pengalaman sebelumnya.
Model Hibrida
Pada model chatbot ini, teknologi yang digunakan adalah pendekatan yang menggabungkan dua teknologi yaitu Linguistik dan Artificial Intelligence, namun tetap mempertahankan sifat maupun tidak asli dari kedua teknologi tersebut, dan menawarkan kemampuan untuk memberikan solusi percakapan chatbot Artificial Intelligence yang lebih rinci.
Pendekatan yang digunakan pada teknologi hybrid ini memiliki kemampuan dan keunggulan utama dibandingkan dengan Linguistik dan Artificial Intelligence
Pada model hybrid ini, sistem percakapan dapat memastikan bahkan tanpa menggunakan data, memberikan transparansi dalam bagaimana sistem beroperasi dan memungkinkan pelaku bisnis untuk dapat memahami aplikasi serta memastikan bahwa teknologinya layak untuk dipertahankan dengan kebiasaan yang sesuai dengan ekspektasi bisnis.
Model hybrid ini mendukung untuk mengintegrasi Machine Learning dan akan melampaui ranah aturan linguistik dalam membuat kesimpulan yang cerdas dan jelas.
Membangun aplikasi percakapan dengan hanya menggunakan metode linguistik atau mesin pembelajaran itu sulit, membutuhkan sumber daya yang intensif, dan mahal.
Dengan menggunakan metode pendekatan hybrid ini akan meningkatkan kekuatan perusahaan; lebih fleksibel, dan kecepatan yang cukup untuk mengembangkan aplikasi Artificial Intelligence yang lebih relevan pada bisnis agar adanya perbedaan antara pengalaman pelanggan dan keuntungannya.
Perintah Suara Model
Pada chatbot model ini, memungkinkan pengguna untuk melakukan percakapan menggunakan perintah suara. Diamana hal ini akan jauh lebih praktis untuk digunakan oleh pelanggan maupun klien.
Model Voice Command sudah dapat menangkap pembicaraan dan merespons dengan suara, dan ini baru dimiliki oleh bot Lenna AI. Karena itulah Lenna memiliki perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan pesaing.