Pengertian Bahasa Pemrograman Python
Python adalah satu dari sekian banyak contoh bahasa pemrograman di dunia. Bahasa pemrograman Python bisa dipakai untuk banyak hal, seperti membangun website atau menganalisis data. Istilah kerennya, general purpose.
Selain itu, bahasa pemrograman Python juga memiliki karakteristik seperti: tergolong bahasa tingkat tinggi, menggunakan pendekatan berorientasi objek, serta ditulis secara dinamis. Apa maksudnya?
Python tergolong bahasa pemrograman tingkat tinggi. Maksudnya, sintaks Python didesain semirip mungkin dengan bahasa manusia. Sehingga, proses belajar Python pemula jadi lebih mudah, cepat, dan menyenangkan.
Di samping itu, bahasa pemrograman Python memakai paradigma pemrograman berorientasi objek (object oriented programming). Artinya, perintah pada coding Python tersusun dari objek-objek kecil. Nah, objek tadi memiliki karakteristik atau atributnya tersendiri.
Di Python sendiri, objek dapat berupa kumpulan variabel. Variabel ini akan diisi beberapa tipe data. Menariknya, Python mengizinkan Anda mengubah tipe data dari variabel yang sama tanpa mengalami error.
Itulah mengapa, Python disebut sebagai bahasa pemrograman yang ditulis secara dinamis (dynamically typed).
Bahasa pemrograman Python pertama kali dikembangkan pada tahun 1991 oleh Guido van Rossum, seorang programmer Belanda. Hingga kini, Python telah berkembang pesat. Terbukti dari versi terbarunya, Python 3.10 yang dirilis 2021 lalu.
Python termasuk salah satu bahasa pemrograman terpopuler. Setidaknya menurut survey Stack Overflow yang menempatkan Python di posisi tiga besar, dengan persentase pengguna sebesar 48.24%.
Berikut adalah beberapa fungsi Python sekaligus alasan kenapa Anda harus mempelajarinya sekarang juga:
1. Gratis dan Open Source
Alasan pertama Anda harus belajar Python karena ia dapat digunakan secara gratis. Semua library, modul, maupun tools untuk menjalankan Python dapat Anda nikmati tanpa perlu membayar sepeserpun.
Selain itu, bahasa pemrograman Python juga open source. Artinya, Anda bebas menggunakan Python, baik untuk tujuan pribadi maupun komersial, tanpa harus membayar royalti ke pengembang Python.
2. Mudah Dipelajari
Sebagai bahasa tingkat tinggi dengan sintaks mirip bahasa manusia, Python mudah dipelajari. Bahkan jika dibandingkan dengan sesama bahasa tingkat tinggi, perintah coding Python jauh lebih simpel.
Selain itu sebagai salah satu bahasa terpopuler, Python punya komunitas yang luas dan suportif. Mereka bisa menjadi sarana diskusi atau solusi ketika Anda kesulitan belajar Python.
3. Multiplatform
Python adalah bahasa pemrograman multiplatform. Maksudnya, Anda bisa leluasa menulis coding Python, lalu menjalankannya di berbagai sistem operasi populer. Sebut saja Windows, Linux, ataupun MacOS.
Lagi-lagi, ini merupakan sebuah keuntungan. Alasannya, Anda bisa segera mulai belajar Python, tanpa perlu mengganti atau membeli perangkat baru yang kompatibel dengan Python.
4. Multifungsi
Selain multiplatform, bahasa pemrograman Python juga multifungsi. Berikut beberapa fungsi Python yang sudah diketahui:
Aplikasi Desktop, Mobile, Web
Fungsi Python yang paling umum adalah untuk membangun aplikasi berbasis desktop, mobile, ataupun web. Namun untuk melakukannya, Anda butuh framework tambahan. Tunggu dulu, apa itu framework?
Framework adalah kerangka kerja yang memungkinkan Anda membangun aplikasi dengan lebih cepat. Nah, ada banyak Python framework yang bisa Anda coba sesuai kebutuhan pengembangannya, seperti:
| Kebutuhan Pengembangan | Framework Python |
| Aplikasi desktop | PyQt5, Tkinter, wxPython, PyGUI |
| Aplikasi mobile | Kivy, BeeWare, pyqtdeploy, Python-for-android |
| Website & aplikasi web | Django, CherryPy, Pyramid, Flask |
Data Science
Fungsi Python selanjutnya adalah mengolah hal-hal berkaitan dengan data (Data Science). Dengan Python, Anda bisa mengekstraksi, membersihkan, bahkan memvisualisasikan data dengan mudah.
Caranya dengan menggunakan library khusus data science yang tersedia di Python. Misalnya Numpy, Pandas, dan Matplotlib.
Jika Anda ingin menjadi Data Scientist, maka Anda harus belajar Python dari sekarang. Sebab menurut sebuah survey, 48% Data Scientist profesional lebih memilih Python dibanding bahasa lain karena fleksibilitasnya.
Data Analysis
Masih berhubungan dengan data science, fungsi Python yang satu ini berkaitan dengan analisis data (Data Analysis). Python memungkinkan Anda menganalisis data yang sudah diekstrak tadi menjadi informasi yang lebih berguna.
Layaknya data science, Anda juga bisa memanfaatkan beberapa library yang sudah disebutkan tadi jika ingin berkarir menjadi Data Analyst.
Machine Learning
Selain untuk mengolah data, bahasa pemrograman Python juga bisa digunakan untuk membangun Machine Learning. Machine Learning adalah sistem yang dirancang agar bisa belajar dengan sendirinya, tanpa harus diprogram berulang-kali.
Jika Anda tertarik menggunakan Python untuk Machine Learning, ada beberapa library yang bisa dipasang. Di antaranya Scikit-Learn, Keras, dan TensorFlow.
Fungsi Python sendiri sangat cocok untuk Machine Learning. Alasannya, perintah Python cenderung pendek dan mudah ditulis. Sehingga, programmer bisa lebih fokus pada alur pemecahan masalah yang diterapkan di sistem tersebut.
Artificial Intelligence
Tak hanya Machine Learning, fungsi Python sebenarnya lebih luas lagi. Ia sering dimanfaatkan untuk mengembangkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Beberapa contoh implementasi AI dengan bahasa pemrograman Python antara lain teknologi Face Unlock dan Object Recognition. Namun untuk mengembangkannya, biasanya dibutuhkan bahasa pemrograman lain seperti JavaScript dan bahasa pemrograman C++. Beberapa library Python untuk Machine Learning di atas juga bisa dipakai untuk mengembangkan Artificial Intelligence. Selain itu, ada lagi satu library yang bisa Anda gunakan, yaitu PyTorch.
Robotics
Fungsi Python yang terakhir adalah untuk membangun teknologi robotika. Saat ini, sudah banyak robot yang dibangun menggunakan bahasa pemrograman Python. Salah satunya adalah Trash Collector.
Robot ini mampu mendeteksi, memungut, lalu meletakkan sampah ke tempat sampah terdekat. Trash Collector ini diprogram menggunakan Raspberry Pi, sebuah chip komputer berbasis Python, serta framework khusus robotika, PyRobot.
Sumber : https://blog.rumahweb.com/
link lainnya : blog