loader
markethon

 

Sektor yang paling terkena dampak dari pengembangan IT adalah ekonomi, sehingga istilah ekonomi digital semakin akrab. Orang-orang saat ini lebih memilih untuk melakukan transaksi online daripada konvensional karena kepraktisan dan kenyamanannya. Misalnya membeli dan menjual produk atau layanan melalui platform online seperti Bukalapak, Traveloka, atau Shopee. Ini juga mengarah pada pertumbuhan transaksi keuangan online yang menawarkan peluang bisnis baru di bidang teknologi keuangan atau FinTech (Financial Technology). Salah satu produk berbasis teknologi yang mendapatkan perhatian orang Indonesia baru-baru ini adalah mata uang virtual yang dikenal dengan bitcoin.

 

Bitcoin merupakan salah satu mata uang digital yang paling banyak digunakan di dunia. Meskipun bitcoin adalah mata uang digital, ada beberapa sistem yang disebut blockchain yang memungkinkan bitcoin memiliki transaksi yang dapat diandalkan tanpa campur tangan pihak ketiga. Bitcoin memiliki sejumlah besar transaksi di seluruh dunia. Teknologi blockchain dalam bitcoin dieksekusikan dengan scripting language dengan menggunakan metode kriptografi. Ini berarti bahwa blockchain adalah platform dengan bahasa scripting yang dapat memecahkan banyak kasus dan bukan hanya cryptocurrency. Setiap pengguna sistem dapat melakukan query transaksi secara real time. Manfaat lainnya dari cryptocurrency yang disediakan oleh teknologi blockchain adalah transfer yang dapat melintasi batas-batas nasional dalam hitungan detik, dengan biaya minimum dan tanpa melalui entitas pihak ketiga seperti bank. Perluasan penggunaan cryptocurrency akan dapatĀ  mengatasi kekhawatiran pemerintah seperti perlindungan terhadap pencucian uang, perdagangan terlarang, volatile value dan kurangnya pengakuan oleh pihak yang dipercaya.

 

Blockchain bermanfaat untuk digital identity. Di setiap komunitas dan korporasi, kebutuhan akan satu sumber yang tersentralisasi tentang identitas, menjadi suatu keharusan dan sangat penting. Hal ini menjadi fokus banyak perusahaan, termasuk misalnya Microsoft dan IBM. Pengguna mendapatkan lebih banyak kontrol atas identitas mereka karena mereka dapat membagikannya hanya dengan pihak terpercaya. Tidak ada entitas terpusat tunggal yang bisa mengutak-atik identitas pengguna atau data. Untuk users (pengguna), model ini meningkatkan aksesibilitas, privasi data dan kontrol atas data pribadi mereka. Untuk perusahaan, model ini mengurangi biaya identity management, mempermudah proses pemantauan, dan meningkatkan layanan serta efisiensi pelanggan.

 

Bitcoin sebagai implementasi nyata dari blockchain dan teknologi keuangan baru yang mendapatkan banyak popularitas di seluruh dunia, telah mulai mengubah cara orang melakukan transaksi keuangan. Dibandingkan dengan negara lain seperti USA, Jepang, Cina atau Korea Selatan, transaksi bitcoin di Indonesia sangat rendah. Di Indonesia, bitcoin lebih dikenal karena masalah negatif seperti pencucian uang daripada penggunaannya dalam transaksi keuangan. Salah satu fakta menarik untuk digali adalah belum adanya peraturan yang secara eksplisit mengatur penggunaan bitcoin, khususnya di Indonesia.

 

Regulasi yang mengatur bitcoin atau mata uang virtual di Indonesia belum jelas. Hingga saat ini, hanya ada pernyataan tentang bitcoin dari BI dan peraturan dari OJK bahwa perusahaan yang mendapatkan izin BI tidak diperbolehkan memproses mata uang virtual. Di Indonesia ada Beberapa rekomendasi penting bagi pengambil kebijakan terkait transaksi bitcoin, baik sebagai masukan untuk penyusunan peraturan tentang bitcoin sebagai mata uang virtual di Indonesia serta rekomendasi untuk perusahaan bitcoin dalam mencegah pencucian uang, diantaranya:

 

  1. Perizinan pertukaran bitcoin (licensing bitcoin exchange). Setiap perusahaan yang terlibat dalam mata uang virtual, termasuk bitcoin perlu dilisensikan. Pemberian lisensi bertujuan untuk mempermudah proses audit terhadap bitcoin dan mata uang virtual lainnya.
  2. Sensor dari bank sentral. BI sebagai bank sentral yang bertanggung jawab untuk mengendalikan mata uang dan sistem pembayaran di Indonesia. Kehadiran bitcoin di Indonesia akan memengaruhi sistem keuangan Indonesia. Dalam kasus terburuk, bitcoin dapat mengganggu nilai tukar IDR. Karena itu, BI perlu mengatur ketat sirkulasi dan siapa yang dapat mensirkulasikan bitcoin, dan mengendalikan sirkulasinya untuk mempertahankan nilai tukar IDR.
  3. Mekanisme Pemerintah perlu memastikan bahwa setiap perusahaan yang terlibat dalam bitcoin, terutama pertukaran bitcoin harus memiliki mekanisme redemption (penebusan) yang baik dan jelas dari bitcoin ke IDR. Setiap aktivitas dalam mekanisme harus dicatat dengan jelas untuk memudahkan pelacakan oleh pihak berwenang.
  4. Manajemen Keamanan informasi. Perusahaan bitcoin manapun harus mengelola manajemen keamanan informasinya dengan tepat untuk mencegah eksploitasi kerentanan sistem dan secara optimal meminimalkan resiko keamanan.
  5. Anti-money laundering program. Setiap perusahaan yang terlibat dalam mata uang virtual termasuk bitcoin, harus memiliki sistem yang dapat melacak dan mendeteksi pengguna atau bitcoin mana yang diindikasikan untuk tindakan pencucian uang. Perusahaan bitcoin perlu memiliki program anti pencucian yang yang terdiri dari kebijakan dan prosedur, tim khusus serta sistem anti pencucian uang.
  6. Anti-money laundering system in bitcoin exchange. Pertukaran bitcoin harus memiliki sistem yang mampu mendeteksi indikasi pencucian dan menganalisis bagaimana dan siapa yang melakukan pencucian uang dalam sistem elektronik perusahaan. Di sistem perusahaan, ID pengguna yang dibuat dalam pendaftaran harus disimpan dalam semua data transaksi bitcoin untuk mengurangi anonimitas. Mengurangi anonimitas memungkinkan pelacakan lebih mudah dari semua transaksi sehingga pencucian uang dapat diminimalkan. Setiap data transaksi pelanggan yang disimpan dalam blockchain memiliki karakteristik khusus yang dapat diklasifikasikan sesuai dengan transaksi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.