markethon

Berikut Kelebihan Dan Kekurangan Kotlin

Setelah paham apa itu Kotlin, sejarah, hingga fungsinya, berikut kelebihan dan kekurangan kotlin ini kami sajikan beberapa kelebihan yang dimiliki bahasa Kotlin:

1. Ekspresif dan Ringkas

Kotlin adalah bahasa pemrograman yang ekspresif. Artinya setiap perintah yang akan digunakan harus dikenalkan atau dideklarasikan terlebih dahulu.

Selain untuk meminimalisir terjadinya error, hal ini akan mempermudah pengembang memperbarui aplikasi yang sudah dirilis. Contohnya, saat menambah fitur-fitur baru.

Selain ekspresif, Kotlin juga merupakan bahasa yang ringkas. Faktanya, Kotlin punya 40% baris kode lebih sedikit dibandingkan Java untuk satu perintah sama. Contohnya pada gambar berikut:

Dengan kode Kotlin yang ringkas, waktu untuk membangun aplikasi lebih singkat dan ukuran aplikasi jadi lebih kecil.

2. Kode yang Lebih Aman

Aplikasi berbasis Kotlin punya kemungkinan error 20% lebih rendah, berkat adanya mekanisme yang melindungi kode dari error Null Pointer Exception (NPE). Cara kerjanya dengan memastikan setiap variabel harus memiliki nilai awal, contohnya:

variabel null

Bagaimana jika Anda ingin tetap punya variabel bernilai null? Tenang, Kotlin juga punya solusinya kok lewat fungsi bernama Nullable. Artinya, variabel bernilai null harus dideklarasikan dengan menambahkan akhiran ‘?’ seperti pada contoh berikut:

variabel nullable

Sedangkan di beberapa bahasa lain, setiap variabel dapat dideklarasikan tanpa harus memiliki nilai awal. Jika tidak hati-hati, aplikasi dapat berisi error yang tak terdeteksi yang menyebabkan terjadinya force-close saat sudah digunakan oleh pengguna.

3. Bisa Digunakan Bersama dengan Java

Kotlin dapat digunakan bersama dengan Java karena kedua bahasa tersebut bisa saling berkomunikasi dan bertukar informasi. Contohnya untuk bertukar fungsi, kelas, ataupun variabel.

Hal ini dapat terjadi karena Kotlin dan Java sama-sama berjalan di atas platform JVM. Kedua bahasa pemrograman akan menghasilkan file berjenis byte-code pada proses compiling.

Dengan struktur file byte-code yang identik, kalau Anda terlanjur membangun aplikasi dengan Java, Anda bisa tetap menggunakan Kotlin dengan mudah.

4. Serentak dan Terstruktur

Bahasa Kotlin punya ciri khas yaitu serentak dan terstruktur, Artinya, dua kode yang dieksekusi tidak pada waktu yang sama (asinkron) tetap memiliki hasil akhir struktur yang sama persis.

Nah, hal tersebut bisa terjadi berkat fitur bernama Coroutine. Coroutine adalah pola desain serentak untuk menyederhanakan eksekusi kode secara asinkron. Keberadaan Coroutine punya manfaat terhadap aplikasi yang dihasilkan, yaitu:

  • Ringan – Coroutine dapat meringankan beban kerja sistem dengan mengeliminasi perintah yang menyebabkan aplikasi menjadi tidak responsif.
  • Minim Kebocoran Memori – Penyederhanaan kode pada Coroutine dapat meminimalisir penggunaan memori berlebih pada sistem.
  • Dukungan Pembatalan – Coroutine mendukung pembatalan otomatis jika sistem mengalami kendala atau sedang tidak responsif.
  • Integrasi Jetpack – Coroutine dapat menggunakan library Jetpack menyediakan banyak ekstensi pendukung.

Hasilnya, aplikasi Android yang dihasilkan akan lebih responsif, minim bug, serta tidak memakai terlalu banyak RAM ketika digunakan pengguna.

Kekurangan Kotlin

Sebelum menggunakan Kotlin, pastikan Anda telah mempertimbangkan beberapa kekurangan Kotlin berikut:

1. Kecepatan Compile Tidak Stabil

Kecepatan proses compile pada Kotlin tidak stabil. Kadang cepat, kadang  lambat, bahkan bisa lebih lambat dari Java.

Dari sebuah uji coba, terlihat Kotlin cenderung lebih cepat jika digunakan untuk proses compile berjenis incremental build. Namun, kecepatannya menurun ketika harus melakukan compile jenis clean build.

Kelemahan ini patut dipertimbangkan karena kecepatan compile punya peranan vital, terutama saat membangun beberapa aplikasi sekaligus.

2. Minim Komunitas dan Pengembang

Kotlin adalah bahasa pemrograman baru, sehingga belum memiliki komunitas yang luas. Jika mengalami error tertentu, Anda mungkin akan kesulitan mencari bantuan dari komunitas sebagai solusinya.

Selain itu, jumlah pengembang aktif Kotlin baru sekitar 5 juta orang, tak sebesar Java yang sudah mencapai 8 juta orang. Jadi, ketika Anda ingin membangun aplikasi berskala besar, pilihan orang yang bisa diajak bekerja sama dalam tim akan terbatas.

 

Sumber : https://www.niagahoster.co.id/

link lainnya : blog

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *