loader
markethon

Seni Media (Kebiasaan) Baru Kemajuan Teknologi Informasi dan Seni

Kemajuan Teknologi khususnya Informasi di Indonesia ternyata memberi dampak perubahan pandangan hidup yang sangat besar pada kehidupan masyarakat sehari-hari. Kemajuan ini adalah salah satu hal yang mendorong seniman banyak menciptakan karya-karya seni bernuansa elektronik dan juga membuat jaringan kerja seni virtual. Bentuk seni baru ini kemudian dikenal sebagai seni media baru. Seni ini semakin banyak diminati oleh sebagian besar kawula muda, karena terdukung selain kemajuan teknologi Video card dan computer yang bisa menampilkan gambar bergerak yang hyper realist, juga semakin majunya teknologi komunikasi (internet, ponsel). Bentuknya pun sangat beragam dari animasi, video art, MMS/SMS, photografi digital.

Pencermatan terhadap perkembangan ini dimaksudkan untuk melihat kembali pentingnya kemajuan teknologi, karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat. Walaupun kesemuanya ini membuat bentuk seni semakin beragam, menjadi lebih maju tetapi dapat dilihat sebagai fenomena masa kini yang menggeser beberapa paradigma dasar penciptaan karya seni, serta lebih lanjut dapat pula dinilai menjadi barometer ratapan untuk nilai-nilai nation, ideology, dan religi serta kebudayaan pada umumnya.

Prolog

Melihat perkembangan seni sekarang ini, kita akan menemui istilah “media baru”. Istilah ini mempertegaskan kehadiran karya-karya seperti instalasi, video art, web art, digital art dan sebagainya yang bercirikan atau mempunyai nuansa pengaruh peralatan baru masa kini, misalnya: komputer, kamera digital, video, perangkat internet. Istilah ini pertama kali saya dapatkan dari Krisna Murti, ketika akan diadakan baf-Naf (The Bandung Video, Film and New Media Art Forum) di sekitar awal tahun 2003. Kemudian masih ditahun yang sama, Ruang rupa (Jakarta) juga membuat festival new media dengan tajuk OK. Ada banyak pendapat kenapa kemudian seni jenis ini cepat sekali berkembang. Bisa jadi karena adaptasi dari pengalaman perupa-perupa Indonesia yang mempunyai kesempatan berkeliling di luar negeri kemudian membawa oleh-oleh cerita dan karya-karya video, serta ditambah dengan maraknya diadakan workshop tentang seni jenis ini di Indonesia dan tentunya dari buku-buku serta Internet. Di Yogyakarta sendiri, pada tahun 1997 sudah di mulai dengan adanya workshop video art yang diikuti sejumlah seniman dari Yogyakarta, Bandung dan Jakarta. Workshop ini diadakan oleh PUSKAT dan Goethe Institute Jakarta bersama seniman dari Jerman, Routrout Pape and Gerard Couty. Kemudian hasil karya workshop di pamerkan di Yogyakarta dan Jakarta. Agaknya memang betul kegiatan macam seperti ini kemudian mendorong tumbuhnya keinginan berkarya dengan media baru, namun tentunya kemajuan teknologi dan kebiasaan apresiasi terhadap elektronik juga merupakan pendorong yang tak kalah pentingnya.

Dari sekian banyak kemajuan teknologi yang ada, mungkin elektroniklah yang paling menonjol dan terbanyak menguasai serta digunakan dalam kehidupan masyarakat terutama dikota-kota besar atau kota yang terbilang besar. Kemajuan teknologi berupa peralatan elektronik ini memudahkan masyarakat dalam menjalani kehidupan keseharian. Penggunaan peralatan elektronik (termasuk alat komunikasi) sekarang ini, sepertinya menjawab keheranan menonton film fantasi dimasa lampau, ada telpon tanpa kabel? Atau menjawab bayangan dimasa lalu, apa mungkin menerima telpon atau berkirim foto sambil naik becak? Dapat pula dilihat, didalam kehidupan keseharian, ketika televisi dinyalakan akan ditemui puluhan stasiun televisi, apalagi jika kita berlangganan televisi kabel serta memiliki parabola atau nyalakan saja radio, hampir tidak ada frekwensi yang kosong. Penawaran yang sangat banyak diberikan lewat televisi bukan berarti membuat pemirsanya menjadi jenuh, tetapi menjadi banyak pilihan, bosan stasiun satu tekan remote untuk pindah ke lainnya. Menurut Asikin Hasan, pada era 2000-an ketika maraknya video art ditampilkan di beberapa kota oleh generasi muda selain karena mudah didapatnya peralatan rekam audio visual dan akses internet, juga disebabkan oleh makin meluasnya budaya visual (visual culture), yang menggelinding tiap hari lewat tontonan televisi, iklan, film di masa kini.[i]

Selain menjadi terbiasa dengan apresiasi dari peralatan elektronik, kemajuan elektronik juga memberikan pandangan baru dalam menciptakan sesuatu, peralatan komputer misalnya. Komputer memberikan banyak kemudahan dan sekarang ini telah menggunakan sistem digital meninggalkan sistem konvensional analog. Dengan kemajuan sistem digital ini, komputer lewat software-software tertentu dapat mengubah/edit foto, video, musik maupun teks. Perbedaan antara analog dan digital ini memang secara kasat mata tidak terlalu terlihat pada hasilnya (misalnya gambar/foto yang tercetak) namun dalam prosesnyalah sistem digital ini memberikan kemudahan.

Sistem analog dapat diumpamakan sebagai satuan tak terhitung misalnya udara, air, angin sedangkan sistem digital adalah sebungkus kacang, sekelompok orang atau dapat terhitung. Komputer analog dapat menghitung besaran fisik yang mempunyai sifat perubahan berkesinambungan, seperti jarak, temperatur, tegangan listrik dan sebagainya yang hasil penghitungannya seringkali diperlihatkan dalam bentuk grafik pada osiloskop, sedangkan komputer digital digunakan untuk menghitung atau memproses informasi yang mempunyai besaran diskrit, dengan menggunakan kode-kode digit untuk memperlihatkan semua perubahan sesuatu yang hasilnya dapat dihitung secara matematis (biasanya dalam hitungan biner atau hitungan asal 2).[ii] Jadi karena sifat dasar sistem digital adalah bisa dihitung, sebuah pemrosesan (foto misalnya) dapat di manipulasi hingga bagian-bagian terkecil atau sebuah noise dari file suara dapat dibersihkan sehingga suara hasil pemrosesan tersebut menjadi sangat jernih.

Komputer pada awalnya diciptakan untuk mempercepat pekerjaan olah data, yang kemudian berkembang seiring dengan berkembangnya prosesor. Sekarang ini komputer digunakan sebagai apa saja, bisa sebagai alat membantu pekerjaan, alat komunikasi (dengan internet) bisa juga sebagai pusat hiburan. Sementara ini yang selalu dibombardirkan ke masyarakat adalah produk komputer baru, kecepatan, kecanggihan, serta kemurahan digital. Jarang sekali media cetak tentang komputer membahas masuknya produk-produk digital berteknologi tinggi ini dengan prespektif keilmuaan yang lain. Semua seakan hanya memacu majunya konsumerisme dalam masyarakat namun ada banyak kemajuan yang didapat oleh masyarakat seiring dengan maju dengan pesatnya Teknologi Informasi (TI) di Indonesia, tiba-tiba saja seakan-akan masyarakat memiliki ruang tanpa batas.

Belum lagi ditambah dengan majunya peralatan komunikasi, ponsel (telpon selluler/telpon genggam/handphone) dengan beragam fitur telah banyak digunakan dalam keseharian. Terlihat jelas bahwa peralatan elektronik telah memberikan pembaharuan pandangan cara hidup serta prilaku umum pada masyarakat, dengan kata lain karena kemajuan teknologi, masyarakat menjadi mulai terbiasa melakukan apresiasi terhadap sajian-sajian, juga menggunakan fitur-fitur tawaran kecanggihan dari perangkat elektronik yang ada. Ponsel dimasa kini tidak hanya digunakan untuk saling berkirim suara atau percakapan antar pemilik tetapi juga alat hiburan karena sudah dilengkapi dengan fitur mengirim teks, gambar/foto, suara dan video serta televisi.

Kecanggihan peralatan ini tentunya juga menimbulkan beberapa permasalahan baru, penipuan melalui SMS (Short Messages Service) hingga pencurian pulsa secara terselubung namun pada konteks kreativitas, seseorang mendapatkan banyak kemudahan membuat suatu kreasi pesan. Ponsel yang terkini selain dilengkapi oleh kamera, pada beberapa merek tertentu juga dilengkapi dengan software edit gambar juga video sehingga pesan yang terkirim dapat tersusun lebih menarik dan menghibur. MMS (Multimedia Messaging Service) merupakan pengembangan dari SMS dan EMS (Enhance Messaging Service/ pengiriman teks dan gambar grafik) dengan sistem ini seseorang dapat mengirim, menerima, sebuah sinyal yang berisikan foto/gambar grafik /animasi, teks, suara ataupun video.

Leave a Reply

Your email address will not be published.