Perkembangan Teknologi Microwave Link Pada Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi

1. Mengenal Microwave Link
Jika kita jalan-jalan dan melihat tower Base Transceiver Station (BTS) dan terdapat seperti Gendang itu bisa
disebut dengan, Microwave Link.
Microwave Link merupakan sistem komunikasi yang menggunakan gelombang radio dalam berkomunikasi.
Rentang frekekuensi gelombang mikro digunakan untuk mengirimkan informasi antara dua lokasi. Microwave
Link banyak digunakan di dalam industri. Seperti dalam penyiaran menggunakan tautan gelombang mikro
untuk mengirim informasi atau program dari studio ke lokasi pemancar yang bisa jadi jarak nya ber mil – mil.
Selain itu dengan teknologi ini penyedia layanan internet nirkabel menggunakan tautan gelombang mikro untuk
menyediakan akses internet dengan kecepatan tinggi tanpa menggunakan koneksi kabel. Perusahaan telepon
juga menggunakan untuk mentransmisikan panggilan antara pusat switching melalui tautan gelombang mikro.
“Bagaimana cara kartu SIM kita mendapat signal atau koneksi internet diberbagai tempat? Ya jadi
koneksi di perangkat kita akan mencari dan menghubungkan kartu sim ke tower BTS terdekat dari
jangkauannya, sehingga kita mendapatkan signal dari BTS ke kartu SIM tersebut.”
Antena Microwave – memiliki fungsi untuk menerima serta memancarkan gelombang micro / radio dari BTS
ke Base Station Controller (BSC), atau juga dari Base Transceiver Station (BTS) ke Base Transceiver Station
(BTS).
Microwave System – dalam microwave system ini dibagi menjadi dua bagian yaitu indoor unit dan outdoor
unit. Indoor unit berada di dalam shelter dan Outdoor unit itu berada dan melekat pada antena Microwave.
Tautan gelombang mikro sangat mudah beradaptasi karena tautan tersebut adalah broadband. Broadband
merupakan jangkauan frekuensi yang begitu luas yang digunakan untuk mengirim data atau menerima data,
selain itu merupakan koneksi internet transimisi data yang berkecepatan tinggi.
Jadi kenapa gelombang mikro begitu mudah beradaptasi dikarenakan mereka dapat memindahkan sejumlah
besar informasi dengan kecepatan tinggi. Selain itu gelombang mikro dapat menembus hujan, kabut dan
salju, diperkirakan cuaca buruk tidak mengganggu transimisi.
15
Microwave Link satu arah mencangkup empat elemen utama yaitu : pemancar, penerima, saluran transmisi,
dan antena. Komponen ini berada disetiap sistem komunikasi radio, termasuk telepon seluler, radio dua arah,
jaringan nirkabel dan penyiaran komersial.
2. Komponen Microwave Link
Di dalam Microwave Link terdapat beberapa komponen, berikut ini adalah komponen utama dari Microwave
Link :
Indoor Unit (IDU)
berfungsi sebagai modulator-demodulator signal. Selain itu juga berfungsi sebagai forward error
correction (FEC). Indoor unit biasanya di letakan dalam gedung.
Outdoot Unit (ODU)
berfungsi untuk melakukan konversi signal digital termodulasi yang mempunyai frekuensi dari rendah ke
frekuensi tinggi. Daya Outdoor Unit dicatu dari Indoor unit melalui kabel koaksial.
Antena
antena berguna untuk mentransfer energi elektromagnetik dari ruang bebas ke saluran transimisi dan
sebaliknya.
Waveguide
berguna untuk meminimalisir redaman (loss) yaitu salah satu kunci dari link microwave.
Menara
Digunakan untuk menompang Microwave Antena, perhitungan dalam jumlah antena dan beban total
harus benar agar tidak melampaui kapasitas beban maksimum dari menara.
3. Saluran Pada Microwave Link
Berikut ini beberapa saluran pada Microwave Link, saluran microwave dapat di bagi menjadi 3 kategori yaitu :
Long Haul
Long Haul memiliki frekuensi kerja 2-10GHz, dan pada kondisi iklim dan frekuensi yang normal dapat
menempuh hingga rentang 45km – 80km. Frekuensi yang dipergunakan yaitu 2, 7, dan 10 GHz.
Medium Haul
Medium Haul memiliki frekuensi kerja 11-20GHz, panjang hop antara 40km dan 20km. Frekuensi yang
digunakan adalah 13, 15, dan 18 GHz.
Short Haul
Short Haul menjangkau jarak paling pendek, dan bekerja pada jangkauan frekuensi tinggi (23-58 GHz).
Frekuensi yang digunakan adalah 23, 26, 27, 38, 55 dan 58 GHz.
4. Definisi dan Singkatan Jaringan Microwave Link
Backbone telekomunikasi adalah komunikasi radio terestrial yang dipakai untuk kapasitas besar (SDH
STM-1).
Transmision Link adalah komunikasi radio terestrial yang dipakai untuk kapasitas kecil dan menengah
Microwave Link adalah sistem komunikasi radio titik ke titik (point to point) melalui gelombang mikro yang
antara lain digunakan pada sistem backbone telekomunikasi, dan transmision link, serta mempunyai
fungsi untuk mentransmisikan informasi dari satu stasiun/titik ke stasiun/titik lain (point to point).
Studio Transmitter Link adalah komunikasi dari titik ke titik (point to point) yang menghubungkan stasiun
penyiaran (studio) dari suatu lembaga penyiaran ke sarana pemancar dan/atau sarana transmisi
(transmitter) untuk menyalurkan siaran.
Spurious Emission adalah emisi gelombang radio di luar bandwidth yang ditentukan.
Antena merupakan sub perangkat radio yang berfungsi untuk memancarkan atau menerima suatu sinyal
frekuensi radio.
ATM : Asynchronous Transfer Mode
BER : Bit Error Rate
CBR : Constant Bit Rate
CS : Channel Separation
dB : Decibel
dBm : Decibel mili
EWS : Engineering Work Station
GE : Gigabit Ethernet
16
GUI : Graphical User Interface
HDB3 : High Density Bipolar 3
IDU : Indoor Unit
IP : Internet Protocol
ODU : Outdoor Unit
PDH : Plesiochronous Digital Hierarchy
PSK : Phase-Shift Keying
QAM : Quadrature amplitude modulation
QPSK : Quadrature Phase-Shift Keying
RIC : Radio Interface Capacities
RSL : Receive Input Signal Level
SDH : Synchronous Digital Hierarchy
STM : Synchronous Transport Module
TDM : Time-Division Multiplexing
UBR : Unspecified Bit Rate